Cart

Book Detail

Jalan Yang sangat Sempit
by Daniel S. Wibowo

Quick Overview

Sejak kecil jalan ini sudah kulihat, dan sejak itu aku ditempatkan di jalan sempit ini. Memang pemandangan disekitar jalan sangat indah, tapi tempat yang disediakan bagiku hanya di jalan ini. Mengapa aku ada disini? Mengapa bukan di jalan yang lebar dan indah itu? Menurut keterangan orang-orang baca selengkapnya..

Quantity
  • Rp. 31,500 Rp. 35,000

Sejak kecil jalan ini sudah kulihat, dan sejak itu aku ditempatkan di jalan sempit ini. Memang pemandangan disekitar jalan sangat indah, tapi tempat yang disediakan bagiku hanya di jalan ini. Mengapa aku ada disini? Mengapa bukan di jalan yang lebar dan indah itu?

Menurut keterangan orang-orang tua, jalan ini sudah disediakan bagiku sejak aku dilahirkan. Di jalan ini aku belajar berjalan dan belajar banyak hal lain. Di posisi ini aku menerima talenta yang jika dijumlahkan ternyata tidak sedikit. Dengan talenta itu aku berhasil memenuhi semua keperluan untuk berjalan dan hidup, tetapi talenta itu tidak menunjukkan jalan yang menuju arah mana yang harus kutempuh. Ia hanya menunjukkan sikap hidup seperti apa yang diharapkan ketika berjalan.

Sesudah usiaku bertambah aku ditunutn untuk berjalan ke sekolah. disana aku tahu ada orang yang dinamakan guru yang memberitahu tentang segala hal yang belum kuketahui, dan aku sendiri disebut murid. Dan disana juga aku diperkenalkan pada Yesus. Dia seorang guru juga sehingga aku ini tentu muridNya. Tetapi Dia juga seorang pemimpin dan melalui Dia aku belajar bagaimana harus bersikap sebagai pemimpin Kristen.

Semu abisa dipelajari tetapi untuk menjamin agar apa yang dipelajari bisa bermanfaat, aku dipesan agar belajar berkomunikasi. Lewat komunikasi itu aku mengerti mengapa para guru sibuk mengawasi pohon natal yang dipasangi lilin. Rupanya api lilin itu mudah membakar daun di pohon. Aku belajar tentang benalu dan pohon anggur, selain juga tentang cara memanfaatkan logika seperti dikuasai Thomas, murid Yesus.

Berbekal pengetahuan yang kupelajari, aku mampu meneruskan perjalanan di jalan yang sempit ini. Aku harus menyusun rencana masa depan atau arah jalan yang akan dilalui.

Ketika usiaku tidak muda lagi, sebelum melangkah lebih jauh aku sempatkan diri menengok kebelakang. Kusadari, betapa jauh perjalananku, suatu perjalanan melalui tempat-tempat yang begitu indahnya. Baru kusadari bahwa keindahan itu karena aku ditemai seorang istri, tiga anak dan menantu, serta para cucu. Kehidupan yang sangat indah ini selayaknya kusyukuri. rasa syukurku kepada Tuhan atas apa yang telah diberikannya tak terlukiskan sebatas kata-kata.

Sayang sekali menurut standar orang disekelilingku aku ini belum termasuk orang yang benar-benar hebat dan beruntung. Bagian itu barangkali ada di bagian jalan yang belum kulalui. Aku hanya berserah kepada Yesus tentang apa yang ada dihadapanku. Kemanapun Dia membawaku, itu harus selalu disyukuri.

Detail Book

: MNC
: 9786026931931
: 100 Gram
: 14 x 21 cm
: Soft Cover
: Black White
: Bookpaper
: 104 pages