Cart

Book Detail

Sehimpun Cerita : Bupati Roller Coaster Dan Sandal Jepit Ayu
by Annis Muchtarom, Kalim Sugiyanti, Lilik MH, Mohamm

Quick Overview

Annis Muchtarom tampil dengan bahasa yang apa adanya, nyaris tanpa usaha untuk mencanggihkannya. kekacauan menyeruak sejak paragraf pembuka dalam setiap cerpennya, dan berlangsung terus hingga cerita menemui titik akhirnya. Ia seperti bola yang menggelinding begitu saja. Hal ini, dalam tataran baca selengkapnya..

Quantity
  • Rp. 1 Rp. 1

Annis Muchtarom tampil dengan bahasa yang apa adanya, nyaris tanpa usaha untuk mencanggihkannya. kekacauan menyeruak sejak paragraf pembuka dalam setiap cerpennya, dan berlangsung terus hingga cerita menemui titik akhirnya. Ia seperti bola yang menggelinding begitu saja. Hal ini, dalam tataran tertentu, mengigatkan saya pada cerpen-cerpen Joni Ariadinata. Dengan sedikit usaha dan pembacaan yang lebih dari sekali, niscaya kita akan menemukan kenikmatan menekuri gaya berbahasanya.

SementaraKalim Sugiyanti, meski tidak terlalu menyuntukkan diri dalam mempermainkan tempo cerita, namun memiliki kemampuan mengalirkan bahasa serta menjaga pembaca dari rasa bosan untuk menuntaskan pembacaan. Luberan amanat dalam cerita-ceritanya menjadi sesuatu yang tidak menyakiti kita, namun membetahkan. Cerita yang baik, saya kira, memang harus seperti itu.

Lilik MH, menurut hemat saya, memposisikan dirinya lebih jauh dari cerpenis lainnya dalam perkara memberi kejutan dan menampilkan kilatan-kilatan imaji serta ada semangat main-main yang mendekam samar. Beliau, misalnya, memeragakan kecanggihan berakrobat sudut pandang dalam cerpen Ambang Batas. Beliau juga pandai bersiasat dalam narasi-narasinya, menipu pembaca dengan cara yang menyenagkan, dan membayangkan, suatu kali, beliau bakal menerbitkan antologi tunggal dengan gaya yang beliau pakai saat ini. Itu akan menjadi sumbangan besar bagi khazanah kesusatraan di Mojokerto.

Kepekaaan sosial terhadap sekitar dan dunia politik praktis tampil dalam cerita-cerita Mohamad Saroni. Saya menaruh hormat setinggi-tingginya pada cerpen beliau yang berjudul Jangan Pilih Bupati Ini. Ini adalah cerpen yang jeli mengambil sudut pandang.Sudah jutaan cerpen yang ditulis untuk mengkritik penguasa, dan rasanya, jutaan cerpen sejenis masih akan ditulis. Namun Mohamad Saroni berhasil berkelit dari kejamakan. Ketika cerpen-cerpen sosial lainnya bertungkus lumus dengan perkara-perkara besar sebagai pintu masuk, ia justru menyelinap melalui pintu yang tak disangka-sangka. Ketidak hadiran bupati dalam acara yang diselanggarakan warganya. Komikal namun masuk akal.

Detail Book

: MNC Publishing
: 978-602-6743-87-9
: 100gram
: 14x20cm
: Soft Cover
: White Black
: Book Paper
: 186 pages