Dr.Arif Hidayat

Optika

  • Penerbit: Media Nusa Creative
  • ISBN: 0000
  • Perkiraan Berat: 1
  • Dimensi Buku: 15,5x23
  • Jumlah Halaman: viii, 409 pages
Rp. 200,000

Product Overview

Lingkup pembahasan dalam buku Optika ini difokuskan pada optika fisis yang memandang cahaya sebagai gelombang. Pembahasan dimulai dari konsep hakekat cahaya dalam Bab 1. Materi dalam bab tersebut difokuskan pada pembahasan konsep cahaya dari tinjaun kuantum dan konsep pengukuran cahaya, Radiometri
baca selengkapnya..

Qty

Tab Article

Lingkup pembahasan dalam buku Optika ini difokuskan pada optika fisis yang memandang cahaya sebagai gelombang. Pembahasan dimulai dari konsep hakekat cahaya dalam Bab 1. Materi dalam bab tersebut difokuskan pada pembahasan konsep cahaya dari tinjaun kuantum dan konsep pengukuran cahaya, Radiometri dan Fotometri.  Namun pembahasan gejala optika geometri yang menunjukkan pembentukan bayangan oleh sistem optik, seperti pemantulan pada permukaan pemantul dan pembiasan pada permukaan pembias masih diberikan sebagai kesatuan dalam materi optika dalam Bab 2. Dilanjutkan dalam Bab 3 tinjauan optik fisis dimulai. Dimulai dengan tinjauan gejala interferensi yang dibagi menjadi dua bagian yaitu interferensi dengan metode pembagi muka gelombang dan metode pembagi amplitudo. Dalam metode pertama dibahas secara garis besar, dengan pertimbangan bahwa metode ini telah dibahas dalam matakuliah Optik dan gelombang, meliptui topik-topik percobaan Young, Cermin Fresnel dan Biprisma Fresnel, dan Cermin Lloyd. Sedangkan metode pembagi amplitudo dibahas lebih mendalam mengingat aplikasi dari metode ini pada saat ini sangat luas. Topik-topik yang dibahas dalam bagian ini adalah Interferensi oleh lapisan tipis beserta aplikasinya, Interferometer Michelson dan Interferometer Fabry-Perot. Dalam bab 4, gejala difraksi ditinjau secara mendalam mulai dari difraksi celah tunggal, celah ganda, difraksi oleh kisi, criteria Rayleigh, daya resolusi, dan gejala hamburan sinar oleh kisi kristal. Namun pembahasan dalam bab ini terbatas pada gejala difraksi Fraunhofer dimana jarak sumber cahaya dan celah dianggap jauh sehingga muka gelombang yang datang pada celah dianggap bidang. Sedangkan difraksi Fresnel yang meninjau jarak sumber ke celah sangat dekat, tidak dibahas dalam bab ini. Bab 5 membahas konsep Koherensi Cahaya sebagai syarat penting terjadinya interferensi cahaya. Di dalam bab ini konsep koherensi temporal dan koherensi spasial dibahas secara mendalam. Pada Bab 6, pembahasan dimulai dari gejala Polarisasi cahaya. Jenis-jenis polarisasi, mekanisme polarisasi melalui peristiwa pemantulan, birefringence, absorpsi, dan hamburan dibahas dengan disertai contoh-contoh. Pembahasan pada bab ini menggunakan pendekatan matrik yang dinyatakan dalam bentuk vektor Jones dan matrik Jones. Bab ini ditutup dengan aplikasi sifat-sifat bahan yang berkaitan dengan karakteristik polarisasi cahaya, seperti polarisator, rotator, dan plat setengah atau seperempat gelombang.

Detail

: Media Nusa Creative
: 0000
: 1
: 15,5x23
: Soft Cover
: Black White
: HVS
: viii, 409 pages

Brand Slider